
Jangan bangga berstatus "mahasiswa" kalau hari-harimu diisi dengan banyak rebahan dan ngeluh soal tugas atau judul. Di luar sana, ribuan orang mengincar posisimu. Kuliah itu mahal, bukan cuma soal uang, tapi soal waktu yang gak bisa diputar ulang. Asah skillmu, perbanyak pengalamanmu, ciptakan karya yang berguna buat orang banyak!
Unesa.ac.id. SURABAYA—Maraknya kecanduan gawai (gadget addiction) pada usia remaja dan mahasiswa kerap memicu penurunan konsentrasi, gangguan pola tidur, hingga tingginya tingkat kecemasan. Merespons persoalan tersebut, mahasiswa Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabrina Putri Setyaningtyas, merancang karya tugas akhir inovatif berupa activity book berbasis Dopamine Detox.
Karya berupa buku aktivitas interaktif ini dirancang khusus untuk mahasiswa dan remaja usia 18–22 tahun di Kota Surabaya. Menggunakan pendekatan Design Thinking berdasarkan hasil studi terhadap 107 responden, karya ini menghadirkan alternatif kegiatan fisik yang kreatif dan menyenangkan.
Panduan ini membantu anak muda mengendalikan lonjakan hormon dopamin akibat stimulasi media sosial berlebih, sekaligus mengalihkan ketergantungan layar ponsel menuju aktivitas harian yang lebih produktif dan menyehatkan mental.
"Penggunaan gawai yang berlebihan membuat pikiran kita terus-menerus mencari stimulasi instan. Lewat rancangan activity book ini, saya ingin menghadirkan media interaktif yang memandu teman-teman sebaya untuk perlahan membatasi durasi layar (screen time) dan kembali menikmati interaksi nyata di dunia fisik," jelas Sabrina.
Riset terapan yang berorientasi pada solusi kesehatan mental tersebut melengkapi rekam jejak akademis dan portofolio profesional Sabrina di industri kreatif selama menempuh pendidikan di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.
Ketertarikannya pada dunia menggambar dan desain sejak SMP mendorongnya aktif mengambil berbagai peluang magang profesional. Ia pernah dipercaya sebagai Graphic Designer Intern di PT Ousean Global Digital hingga menyabet penghargaan Best Graphic Designer Intern.
Pengalaman berlanjut di PT Alpha Sentra Propertindo dengan menangani visual untuk 10 klien serta bertindak sebagai Person in Charge (PIC) Graphic Design. Selain itu, ia juga memperluas kompetensinya sebagai Game Artist dalam program Studi Independen Infinite Learning untuk pembuatan gim "Angkara", aktif di berbagai pameran desain, serta meraih penghargaan Volunteer of the Batch di Metalearn Indonesia.
Berkat konsistensi menyeimbangkan capaian akademik, pengalaman industri, serta kepekaan terhadap persoalan sosial di masyarakat, Sabrina Putri Setyaningtyas resmi dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik (adiwisudawan) Unesa dengan indeks prestasi kumulatif atau IPK 3,97 pada wisuda ke-122 Unesa, di Graha Unesa, Sabtu, 26 September 2026.
Bagi Sabrina, pencapaian gelar lulusan terbaik ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus melahirkan karya desain yang berdampak sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. ][
***
Reporter: Azhar
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






